Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Malang mendorong program pengelolaan sampah bersama Alliance to End Plastic Waste (AEPW) tidak berhenti sebagai proyek percontohan. Program tersebut diharapkan berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, program yang telah berjalan perlu memiliki sistem pengembangan yang jelas, termasuk penguatan kemitraan dan dukungan lintas sektor. Dengan begitu, manfaat program dapat terus dirasakan masyarakat sekaligus menjadi model yang bisa diterapkan lebih luas.

“Harapan kami program ini tidak terlalu lama dalam prosesnya. Penyelesaian persoalan sampah harus terus didorong agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Sanusi.

Ia menambahkan, implementasi program saat ini menunjukkan perkembangan cukup baik. Program tersebut telah menjangkau sekitar 6.000 RT di 12 desa.

Masyarakat di wilayah tersebut mulai mendapatkan edukasi sekaligus terlibat dalam pemilahan sampah dari sumbernya. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi salah satu fondasi agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan secara konsisten.

Sanusi berharap program yang saat ini masih berstatus pilot project dapat terus berjalan hingga akhir 2027 atau 2028. Selanjutnya, program tersebut diharapkan berkembang menjadi model pengelolaan sampah yang lebih luas di Kabupaten Malang.

“Ini merupakan pilot project. Kalau bisa berjalan dengan baik, tentu akan menjadi contoh dan menarik minat berbagai pihak untuk ikut mengembangkan program serupa di Kabupaten Malang,” jelasnya.

Keberhasilan tahap awal program tersebut juga telah mendapat perhatian dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum. Kabupaten Malang dinilai memiliki potensi menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *