Magetan (beritajatim.com) – Perbaikan talud yang longsor di kawasan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, belum dapat dilakukan tahun ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyebut anggaran perbaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo belum mendapat persetujuan sehingga pekerjaan direncanakan bergeser ke tahun depan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Muhtar Wahid mengatakan, sebelumnya perbaikan talud direncanakan berlangsung pada September 2026 oleh BBWS Bengawan Solo. Waktu tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi air Telaga Sarangan yang diperkirakan telah surut sehingga pekerjaan dapat dilakukan.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena dukungan anggaran untuk perbaikan belum disetujui.

“Informasi sebelumnya kan mau dikerjakan di bulan September 2026 ini oleh BBWS Bengawan Solo, ketika air sudah surut. Nah, ternyata perkembangannya eh terakhir ketemu Pak Wabup dengan Kepala BBWS dengan Komisi V DPR RI ternyata anggarannya belum disetujui untuk perbaikan tahun ini. Sehingga direncanakan tahun depan perbaikan talud yang longsor di Telaga Sarangan itu,” kata Muhtar.

Menurut dia, informasi tersebut merupakan perkembangan terakhir yang diterima Pemkab Magetan. Kendati demikian, pemerintah daerah masih akan memastikan kembali kemungkinan adanya perubahan rencana dalam agenda sosialisasi sempadan Telaga Sarangan yang dijadwalkan berlangsung Kamis.

Muhtar menyebut kegiatan tersebut juga akan dihadiri pihak BBWS. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Pemkab Magetan untuk memperoleh kepastian terbaru mengenai rencana penanganan talud sekaligus persoalan sempadan telaga.

Dari sisi kondisi lapangan, Muhtar memastikan longsoran yang terjadi sejauh ini belum menunjukkan penambahan. Ia menjelaskan, bagian yang mengalami longsor merupakan lapisan talud dan material urukan, sementara tanah pada kondisi eksisting di lokasi dinilai cukup keras.

“Eh dari sisi kondisi sekarang tanah itu sebetulnya kan tanah air juga tanah keras. Yang longsor itu adalah lapisan-lapisan taludnya saja sama urukannya. Kalau tanah kondisi existing-nya itu keras sehingga sampai sekarang masih terlihat stabil dan eh masih belum ada tambahan kelongsoran ya, gitu. Mudah-mudahan tidak menambah,” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *