SURYA.co.id, Jombang – Rangkaian agenda Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, memasuki tahap paling krusial hingga Senin (31/8/2026) dini hari.

Berdasarkan pantauan langsung dari venue persidangan di Gedung Serba Guna (GSG) KH. Hasbullah Said, suasana Sidang Pleno V berlangsung dengan khidmat dan antusias.

Ribuan muktamirin dari seluruh pelosok Tanah Air serta pengurus Cabang Istimewa Luar Negeri (PCINU) mengawal ketat proses penetapan pimpinan tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031.

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) merupakan forum permusyawaratan tertinggi di dalam struktur organisasi ormas Islam terbesar di Indonesia ini. Diselenggarakan secara berkala setiap lima tahun sekali, termasuk menyusun arah kebijakan strategis organisasi serta membahas isu-isu keagamaan dan kebangsaan

Dipilihnya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini memiliki makna historis yang amat mendalam bagi jam’iyyah NU.

Pesantren yang didirikan sejak tahun 1838 ini merupakan salah satu pesantren tertua di Jawa Timur dan menjadi tempat lahir serta berjuangnya salah seorang tokoh utama pendiri NU, yakni KH. Abdul Wahab Hasbullah.

Kembalinya perhelatan Muktamar ke bumi Jombang ini sekaligus menjadi momentum napak tilas perjuangan para pendiri (muassis) NU dalam mengokohkan tradisi keulamaan dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

Puncak perimbangan kepemimpinan Syuriah PBNU ditandai dengan penetapan kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031 melalui mekanisme Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *