Massa merobohkan gerai Indomaret menggunakan buldoser di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (7/10). (Radar Madura)

JawaPos.com – Sebuah bangunan gerai Indomaret yang baru berdiri di Desa Panaan, Palengaan, Kabupaten Pamekasan, diratakan dengan tanah oleh ratusan massa yang mengatasnamakan diri sebagai alumni dan santri salah satu pondok pesantren setempat, Rabu (7/10).

Massa yang berjumlah sekitar 500 orang tersebut mendatangi lokasi sejak pukul 09.00 WIB dengan membawa buldoser, dan langsung merobohkan struktur bangunan setelah menyampaikan sejumlah aspirasi penolakan.

Aksi nekat ini menjadi puncak kemarahan warga dan tokoh agama setempat atas keberadaan gerai ritel tersebut yang dinilai memaksakan diri untuk beroperasi.

Salah seorang peserta aksi, Khairul Kalam membeberkan, penolakan warga sebenarnya telah disampaikan secara resmi kepada pemerintah sejak Juli 2026 lalu.

Surat penolakan tersebut diteken langsung oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di Palengaan pada Minggu, 19 Juli 2026.

Sehari berselang, perwakilan alumni bahkan telah menggelar audiensi resmi dengan Pemkab Pamekasan.

“Dalam audiensi itu, disepakati tidak akan ada izin operasional terhadap gerai tersebut. Intinya penolakan itu dilakukan karena Indomaret sudah mengabaikan aspirasi masyarakat,” tegas Khairul Kalam sebagaimana dilansir dari Radar Madura (Jawa Pos Grup).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *