Surabaya, VIVA Jatim – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Hidayat mendorong Pemprov Jatim memperluas layanan Trans Jatim hingga menjangkau Jombang melalui koridor Mojokerto-Jombang. Itu penting untuk menjawab tingginya mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas menuju kawasan pesantren dan destinasi wisata religi di Jombang.

Hidayat mengatakan, usulan pembukaan koridor tersebut telah disampaikan kepada Dinas Perhubungan Jawa Timur. Menurutnya, posisi Jombang cukup strategis karena menjadi salah satu simpul pergerakan masyarakat dari dan menuju kawasan Surabaya dan sekitarnya.

“Saya sudah mengusulkan ke Dinas Perhubungan. Karena Jombang ini bagian dari lingkar Surabaya,” kata Hidayat dikutip VIVA Jatim pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Tingginya kebutuhan transportasi menuju Jombang, kata dia, salah satunya tercermin dari kepadatan penumpang bus antarkota yang mulai terjadi sejak wilayah tersebut. “Bus-bus antarkota itu mulai penuh dari Jombang,” ujarnya.

Hidayat yang juga Penasihat Fraksi Gerindra DPRD Jatim menilai kebutuhan transportasi publik di Jombang memiliki karakter yang lebih luas. Selain mobilitas pekerja dan masyarakat umum, arus perjalanan juga dipengaruhi aktivitas pendidikan pesantren dan wisata religi.

Jombang, lanjut dia, memiliki sejumlah pesantren besar serta makam para tokoh agama yang menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah. “Ada banyak titik wisata religi. Ada lima pondok besar di sana, ada makam-makam para muassis maupun ulama,” jelasnya.

Aktivitas pesantren tersebut turut menciptakan mobilitas dalam jumlah besar, khususnya dari kalangan santri dan wali santri. Bahkan, sejumlah pesantren memiliki jumlah santri dari luar daerah hingga ribuan orang.

“Per pondok ribuan jumlahnya. Misalnya di Peterongan itu lebih dari 10 ribu dari luar daerah. Apalagi di Tebuireng, Tambakberas, Denanyar dan tempat-tempat lain, itu luar biasa,” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *