jatimnow.com – Pemerintah Kota Malang bergerak cepat merespons polemik penerapan jalur mandiri dalam pemberangkatan kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, turun tangan mengevaluasi mekanisme tersebut setelah poin 3 dan 4 pada aturan mandiri dinilai membebani serta berpotensi menggeser posisi atlet yang sudah mengantongi tiket lolos seleksi teknik.

Intervensi ini berbuah manis bagi jajaran atlet muda. Pemkot Malang memastikan dua atlet yang sebelumnya sempat terganjal aturan administratif tetap diberangkatkan membela nama daerah pada POPDA XV Jatim 2026 yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.

Ali menegaskan, negara wajib hadir mengawal perjuangan para atlet yang telah melewati proses panjang pembinaan dan seleksi ketat di lapangan.

“Pemerintah harus hadir memberikan ruang dan kesempatan kepada atlet yang sudah berproses dan berjuang. Jangan sampai persoalan sistem justru menghambat atlet berpotensi untuk membawa nama baik Kota Malang,” ujar Ali Muthohirin.

Langkah tegas ini diambil guna membenahi tata kelola pemberangkatan kontingen agar lebih adil dan menghargai pencapaian teknis para atlet.

Menurut Ali, kualifikasi kemampuan yang dibuktikan dalam seleksi teknik harus menjadi tolok ukur utama untuk berlaga di tingkat provinsi.

“Yang sudah lolos seleksi teknik harus diberikan kesempatan bertanding dan membawa nama Kota Malang. Kami siap memberikan dukungan penuh agar mereka bisa tampil maksimal,” tegasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *