Banyuwangi (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memastikan warga lanjut (lansia) setempat mendapatkan perhatian dan akses layanan sesuai kebutuhan mereka melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan,  inovasi Teman Lansia merupakan penajaman dari berbagai program yang selama ini telah dijalankan pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, seperti program Rantang Kasih, layanan kesehatan jemput bola, dan pelayanan administrasi kependudukan.

“Di lapangan masih ada warga lansia yang belum mendapat manfaat dari program pemerintah, melalui program Teman Lansia ini, kami berharap semua lansia di Banyuwangi, khususnya yang sebatang kara dan miskin, bisa mendapatkan dukungan itu,” kata Bupati Ipuk usai peluncuran program Teman Lansia di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Kamis.

Dia menjelaskan bahwa program Teman Lansia itu akan menjadi tim pendamping yang bertugas menyisir dan mengidentifikasi lansia yang membutuhkan dukungan.

Selain itu, lanjut Ipuk, tim tersebut sekaligus menjadi penghubung antara lansia dengan berbagai layanan dan program pemerintah yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bupati mengemukakan, tim dari Teman Lansia itu melibatkan berbagai unsur di tingkat wilayah, mulai dari camat, pemerintah desa/kelurahan, pilar-pilar sosial, kader PKK, organisasi lansia, hingga Karang Taruna.

“Teman Lansia akan kami tugaskan menyisir lansia yang butuh dukungan, dan lansia akan didampingi dan diidentifikasi apa kebutuhan paling utama, termasuk saat ada lansia miskin sakit dan belum punya BPJS, nanti difasilitasi melalui PBI maupun APBD,” kata Ipuk.

Dia menyampaikan, pendekatan tersebut penting agar pelayanan pemerintah tidak hanya menunggu laporan atau pengajuan dari masyarakat.

“Dengan adanya pendamping di lapangan, berbagai persoalan yang dihadapi lansia diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” ujar Ipuk.

Dalam pelaksanaannya, kata Ipuk, Teman Lansia juga melibatkan lintas sektor, termasuk BPJS Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS), serta memanfaatkan basis data yang tersedia untuk membantu mengidentifikasi lansia yang membutuhkan perhatian.

“Selain temuan di lapangan, tim juga dibekali data lansia di lingkup kerja mereka, dan kami ingin lansia di Banyuwangi tertangani agar lebih berkualitas hidupnya,” kata Ipuk.

Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *