JAKARTA (Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional

SURABAYA – Persoalan tiang jaringan milik provider yang berdiri di tengah jalan dan dinilai membahayakan warga menjadi salah satu keluhan yang disampaikan masyarakat dalam

SURABAYA – Krisis kekeringan yang melanda Jawa Timur menjadi perhatian serius Fraksi PKS DPRD Jatim. Sebanyak 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat maupun tanggap darurat kekeringan. Kondisi ini dinilai membutuhkan penanganan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan air bersih, tetapi juga pembangunan sistem ketahanan air jangka panjang.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menegaskan pemerintah harus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi secara cepat, adil, dan tepat sasaran. Di sisi lain, upaya mitigasi harus diperkuat agar krisis serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.

“Ketika 24 kabupaten/kota sudah menetapkan status kedaruratan kekeringan, maka yang dibutuhkan bukan hanya respons ketika masyarakat sudah kehabisan air. Pemerintah harus memastikan masyarakat mendapatkan air bersih secara cepat, adil dan tepat sasaran, sekaligus menyiapkan mitigasi agar persoalan yang sama tidak terus berulang setiap musim kemarau,” kata Lilik.

Menurutnya, distribusi air bersih tetap menjadi prioritas dalam kondisi darurat. Namun, penanganan tidak boleh terus bergantung pada pengiriman air setiap kali warga mengalami krisis. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten/kota perlu membangun sistem pengelolaan air yang mampu menjamin ketersediaan air dalam jangka panjang.

Lilik mendorong Pemprov Jatim memperkuat sistem satu data kekeringan yang terintegrasi. Data tersebut perlu memuat desa rawan kekeringan, kebutuhan air harian, ketersediaan sumber air, jumlah tandon, titik distribusi, hingga kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak.

Dengan data yang akurat, pemerintah diharapkan dapat mengantisipasi krisis lebih awal dan menyalurkan bantuan berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *