
Bojonegoro — Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, merealisasikan bantuan benih padi sebanyak 589,8 ton untuk mendukung produksi musim tanam 2026. Bantuan tersebut berasal dari dua skema pembiayaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi dan daerah setempat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan, dukungan benih tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas tanaman padi, sekaligus membantu petani memenuhi kebutuhan benih pada musim tanam.
Berdasarkan alokasi anggaran, bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN mencapai 544,25 ton untuk lahan seluas 21.770 hektar. Melalui APBD Provinsi Jawa Timur sebanyak 25 ton untuk 1.000 hektar, dan APBD Bojonegoro sebanyak 22,975 ton untuk lahan seluas 1.028 hektare.
“Total alokasi bantuan benih padi pada 2026 mencapai 592,225 ton untuk lahan seluas 23.798 hektare,” katanya Zaenal Fanani kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (10/10/2026).
Khusus bantuan melalui APBD Bojonegoro benih yang disediakan terdiri atas padi hibrida sebanyak 4,1 ton, dan padi inhibrida varietas Gamagora sebanyak 18,875 ton, termasuk 125 kilogram untuk demplot.
Hingga Oktober 2026, realisasi bantuan dari APBD kabupaten mencapai 20,55 ton untuk lahan seluas 923 hektare. Rinciannya, benih hibrida sebanyak 3,8 ton untuk 253 hektare dan benih inhibrida varietas Gamagora sebanyak 16,75 ton untuk 670 hektare.
Adapun penyaluran benih Gamagora dilakukan dalam tiga tahap, yakni 7,25 ton pada tahap pertama, 4 ton pada tahap kedua, dan 5,5 ton pada tahap ketiga.
Pria ramah ini menjelaskan, selain dukungan bantuan benih, DKPP Bojonegoro juga berupaya meningkatkan produktivitas melalui pengembangan varietas unggul. Salah satunya dengan menjalin kerja sama bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui demplot Varietas Unggul Baru (VUB) Gamagora 7.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber