Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong pembinaan atlet catur termasuk dengan turnamen untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga catur.

Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Sabtu mengemukakan turnamen penting digelar sehingga kemampuan para atlet bisa diketahui. Turnamen bagian dari pembinaan yang dilakukan, dan menekankan pentingnya sportivitas, konsentrasi, serta semangat berprestasi dalam berkompetisi.

“Bermain lah sebaik-baiknya, tetapi tetap nikmati pertandingannya. Karena yang paling berharga dalam sebuah turnamen bukan hanya siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga pengalaman yang kita dapat, lawan baru yang kita kenal, dan persahabatan yang akan kita bawa pulang,” katanya di Kediri.

Wawali dalam turnamen bertajuk Sanyuri 53rd Anniversary Open Chess Tournament di Kota Kediri tersebut juga mengatakan catur tidak hanya mengandalkan strategi, tetapi juga mengajarkan pemain untuk berpikir sebelum bertindak, bersabar menunggu momentum, serta menerima konsekuensi dari keputusan yang diambil.

Menurut dia, nilai-nilai tersebut penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak dan generasi muda yang sedang mengembangkan kemampuan berpikir, kedisiplinan, serta ketangguhan mental.

Wawali juga mengapresiasi atlet catur asal Kota Kediri Lindri Juni Wijayanti. Atlet yang telah menyandang gelar Woman International Master (WIM) tersebut dikenalnya sebagai sosok yang dapat menginspirasi pecatur muda untuk terus berlatih dan meraih prestasi lebih tinggi.

Ia berharap turnamen tersebut menjadi wadah bagi para pecatur untuk menguji kemampuan, memperluas pengalaman bertanding, serta membangun persaudaraan antarpeserta.

Dalam kesempatan itu, Wawali juga turut menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar Sanyuri yang memasuki usia ke-53 tahun.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *