Gresik (beritajatim.com)- Keterbatasan air bersih hingga kerusakan sejumlah fasilitas menjadi pekerjaan rumah di kawasan Makam Panjang Siti Fatimah binti Maimun, Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Pemerintah Desa (Pemdes) Leran berencana melakukan pembenahan untuk meningkatkan kenyamanan peziarah yang datang ke situs religi tersebut.

Persoalan air menjadi keluhan utama, terutama ketika rombongan peziarah datang dalam jumlah besar. Saat dua bus peziarah tiba bersamaan, ketersediaan air untuk berwudu dan memenuhi kebutuhan di masjid kerap tidak mencukupi.

Penjaga Makam Panjang Leran, Khoirul Mufid mengatakan, kapasitas penampungan air yang ada saat ini belum mampu mengimbangi lonjakan jumlah pengunjung pada waktu-waktu tertentu.

“Kalau ada peziarah banyak, bahkan sampai dua bus, fasilitas air terbatas. Untuk mengambil wudu dan kebutuhan di masjid saja terkadang tidak cukup,” ujarnya, Minggu (11/10/2026).

Selain masalah air, kondisi fisik bangunan dan akses di sekitar makam juga membutuhkan perhatian. Sejumlah keramik di bagian dalam makam dilaporkan menggembung, sedangkan paving jalan di kawasan tersebut mulai mengalami kerusakan.

“Keramik di dalam sudah banyak yang mumbul atau rusak. Selain itu, jalan paving juga mulai rusak,” ungkap Khoirul.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Penjabat (Pj) Kepala Desa Leran, Supriyadi, mengaku telah meninjau lokasi bersama juru kunci makam dan perwakilan IHHC Gresik. Survei itu dilakukan untuk memetakan kebutuhan perbaikan sekaligus menentukan fasilitas yang perlu diprioritaskan.

Pemdes Leran selanjutnya akan menyusun inventarisasi kerusakan dan kebutuhan sarana prasarana. Perbaikan juga direncanakan melalui kegiatan kerja bakti dengan melibatkan warga serta pihak ketiga.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *