
Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak angkat bicara mengenai kasus meninggalnya bayi berusia 28 hari berinisial A di Surabaya. Bayi tersebut sebelumnya viral di media sosial setelah diduga diberi makan telur mentah oleh neneknya demi menurunkan demam.
Emil menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian bayi tersebut. Ia mengungkapkan, pihaknya telah memantau perkembangan kondisi korban secara ketat sejak awal masuk ke rumah sakit hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
“Kami sangat berduka, kami intensif memantau sejak beberapa hari terakhir, ananda A meninggal dunia di unit perawatan NICU. Saya meyakini tim RSUD Soetomo telah memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa ananda A sejak dirujuk dalam kondisi yang sangat memprihatinkan saat tiba di RSUD Soetomo,” kata Emil saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/10).
Lebih lanjut, Emil meminta masyarakat untuk memberikan ruang bagi keluarga korban, terutama sang ibu, yang saat ini tengah mengalami guncangan psikologis.
Ia mengaku telah menjalin komunikasi langsung dengan ibunda bayi A sejak dilarikan ke ruang perawatan intensif.
“Untuk saat ini, izinkan saya menghormati kondisi ibunda dari A dan keluarga yang sangat berduka. Saya menyadari betul kesedihan ibunya karena kami berkomunikasi langsung beberapa hari terakhir dari sejak anak beliau dirujuk ke NICU RSUD Dr Soetomo,” katanya.
Mengenai dugaan bahwa kondisi kritis dan kematian bayi A dipicu oleh konsumsi telur mentah, Emil enggan berspekulasi.
Ia memilih untuk menyerahkan penjelasan detail mengenai penyebab pasti kematian kepada para tenaga medis profesional yang menangani korban. Meskipun, Emil membenarkan adanya masalah pada sistem pencernaan bayi tersebut.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber