
jatimnow.com – Ribuan warga menggelar aksi damai di depan Kantor Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Senin (12/10/2026). Mereka mendesak penutupan aktivitas pertambangan galian C yang dinilai merugikan masyarakat dan berdampak terhadap lingkungan.
Koordinator aksi, Suwito, mengatakan aktivitas pertambangan di Dusun Damarwulan, Desa Puncu, telah menimbulkan keresahan warga, khususnya di wilayah Puncu, Satak, dan sekitarnya.
“Khususnya di daerah Puncu, Satak, dan saat ini sedang ada galian yang dilakukan oleh PT EPAS, masyarakat sangat-sangat resah, sangat-sangat dirugikan,” katanya.
Dalam audiensi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), perwakilan warga menyampaikan sejumlah keluhan, mulai dari kerusakan jalan, terganggunya prasarana air, hingga kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan dan keselamatan pengguna jalan.
Suwito menilai aktivitas pertambangan lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat bagi masyarakat. Ia menyebut kerusakan prasarana air membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan harus membeli air untuk minum dan mandi.
“Tambang tidak ada manfaatnya sama sekali untuk masyarakat, lebih banyak mudaratnya. Alam rusak, lingkungan rusak, untuk prasarana air yang ada di atas ikut rusak, kita masyarakat kita saat ini hanya untuk minum sama mandi saja harus beli. Apalagi jalan, jalan yang ada di depan itu sampai Puncu, sampai Kepung itu rusak parah, drainase tidak sesuai,” ujarnya.
Menurut Suwito, keresahan warga telah berlangsung selama kurang lebih enam tahun, seiring aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Ia menyebut dampak pertambangan turut dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah, di antaranya Puncu, Pugeran, Margomulyo, Sukomoro, Larepan, Satak, Asmorobangun, dan Lestari.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber