
Jombang, blok-a.com – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkap adanya persoalan serius yang dialami calon jemaah PT Annisa Ahmada Travelindo.
Berdasarkan penelusuran sementara, jumlah calon jemaah terdaftar mencapai hampir 4.000 orang. Jika setiap calon jemaah rata-rata telah membayar Rp30 juta, maka nilai dana yang perlu dipertanggungjawabkan pihak travel diperkirakan mencapai sekitar Rp120 miliar.
Gus Irfan menyampaikan hal tersebut saat menanggapi persoalan keberangkatan dan kepulangan sejumlah jemaah umrah yang menggunakan jasa PT Annisa Ahmada Travelindo, Jumat (18/9/2026).
Ia mengatakan, pemerintah saat ini telah menutup akses PT Annisa Ahmada Travelindo untuk mendaftarkan calon jemaah baru melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).
Menurut Gus Irfan, langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah menemukan adanya persoalan dalam pelayanan keberangkatan dan kepulangan jemaah.
“Kantornya ternyata tutup, digembok, tidak ada orang. Hanya ada tulisan kantor tidak aktif untuk sementara waktu,” ujar Gus Irfan.
Gus Irfan juga menyoroti persoalan yang dialami sekitar 200 calon jemaah umrah dari KBIHU Muslimat Jombang.
Para calon jemaah tersebut, kata dia, sebelumnya telah berkumpul di Masjid Agung Jombang yang berada di kawasan Alun-Alun Jombang untuk menunggu keberangkatan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber