SURABAYA-KEMPALAN : Lintasan menjadi saksi. Lapangan menjadi medan pembuktian. Di balik setiap start, lompatan, lemparan, servis, dan perebutan bola, para atlet difabel Jawa Timur bertanding bukan untuk dikasihani, melainkan untuk menunjukkan prestasi.

Kota Kediri I tampil sebagai juara umum dalam rekap perolehan medali para-atletik dan bolavoli duduk Keparprov Jatim 2026. Kediri mengoleksi 9 emas, 2 perak, dan 3 perunggu, dengan total 14 medali.

Kabupaten Sidoarjo I membayangi dengan delapan emas. Bahkan, secara keseluruhan Sidoarjo mengumpulkan 16 medali—8 emas, 5 perak, dan 3 perunggu—sehingga menjadi kontingen dengan jumlah medali terbanyak dalam daftar tersebut.

Persaingan papan atas berlangsung rapat. Gresik dan Pamekasan sama-sama mengoleksi tujuh emas. Banyuwangi, Surabaya, Batu, dan Pasuruan juga membukukan lima emas.

Angka-angka itu memperlihatkan bahwa kekuatan olahraga difabel Jawa Timur tidak bertumpu pada satu daerah. Pembinaan tumbuh di berbagai kabupaten dan kota, melahirkan atlet yang mampu bersaing di lintasan dan lapangan.

Di para-atletik, setiap sepersekian detik, setiap sentimeter, dan setiap lemparan memiliki arti.

Kediri keluar dengan sembilan emas. Sidoarjo menempel melalui delapan emas dan koleksi medali yang lebih banyak secara keseluruhan.

Pertarungan di lintasan bukan sekadar persoalan kecepatan. Ada latihan panjang, disiplin, teknik, klasifikasi pertandingan, dukungan pelatih, keluarga, serta keberanian atlet untuk terus kembali ke arena.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *