:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Budiman-Sudjatmiko-Ziarah-ke-Makam-Gus-Dur.jpg)
WARTAKOTALIVE.COM, JOMBANG – Aktivis eksponen demokrasi Budiman Sudjatmiko melakukan rihlah ziarah dan silaturahmi ke sejumlah pesantren bersejarah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Rihlah tersebut tidak sekadar menjadi perjalanan spiritual. Budiman menjadikannya sebagai momentum menelusuri jejak pemikiran ulama pesantren yang dinilai memiliki relevansi dengan tantangan sosial dan kebangsaan Indonesia saat ini.
Rangkaian perjalanan diawali dengan ziarah ke makam Mbah Asy’ari, ayahanda KH Hasyim Asy’ari. Rombongan kemudian menuju Pesantren Tebuireng dan berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Dari Tebuireng, perjalanan dilanjutkan ke Pesantren Tambakberas untuk berziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab, salah satu tokoh penting dalam sejarah kelahiran Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam rihlah tersebut, Budiman yang juga menjabat Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) didampingi sejumlah tokoh dan sahabat.
Di antaranya adalah KH. Amin Ali, pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Cukir Jombang, Dr. Hasan, Sudarmono dan Gus Yanto.
Di Tebuireng, rombongan diterima Ibu Nyai Hj. Farida Salahudin Wahid, sedangkan di Tambakberas mereka disambut Gus Amin Yahya.
Mbah Asy’ari merupakan ayahanda KH Hasyim Asy’ari, tokoh yang kemudian menjadi salah satu pendiri Nahdlatul Ulama pada 1926.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber