SURYA.CO.ID, BOJONEGORO  – Penderitaan mendalam harus ditanggung keluarga Suginanto (44), seorang petani miskin asal Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kehidupannya mendadak hancur berantakan setelah dirinya ditangkap dan dijebloskan ke tahanan atas tuduhan mengambil dua batang kayu jati senilai Rp400 ribu di kawasan Perum Perhutani KPH Padangan.

Hampir dua bulan lamanya sang kepala keluarga berada di balik jeruji besi, meninggalkan anak dan istrinya dalam himpitan ekonomi yang mencekik serta tekanan sosial yang berat.

Anak bungsunya yang masih berusia 9 tahun bahkan menjadi korban perundungan oleh teman-temannya hingga enggan masuk sekolah selama tiga hari.

Istrinya, Suniti (35), kini harus berjuang sendirian mencari utangan demi menyambung hidup dan membiayai kebutuhan sehari-hari seluruh anggota keluarga.

Peristiwa memilukan menimpa putra bungsu Suginanto yang terpukul akibat ejekan kejam dari teman-temannya di sekolah.

Sang anak mengadu kepada ibunya bahwa dirinya diejek tidak lagi memiliki ayah karena sang ayah sedang mendekam di dalam penjara.

“Anak yang terakhir itu sempat tiga hari berhenti sekolah, karena dibully temannya,” ujar Suniti saat ditemui di rumahnya, Minggu (20/9/2026).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *