:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Hidup-Keluarga-Petani-Bojonegoro-Ayah-Ditahan-Akibat-Kayu-Jati-Rp400-Ribu-Istri-Utang-Demi-Beras.jpg)
SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO – Kehidupan keluarga Suginanto (44), petani asal Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kian terimpit setelah dirinya ditahan akibat dugaan mengambil dua batang kayu jati senilai Rp400 ribu.
Penahanan yang telah berjalan hampir dua bulan tersebut membuat sang istri, Suniti (35), terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan beras sehari-hari di tengah musim paceklik.
Tak hanya beban ekonomi, dampak sosial juga menimpa anak bungsu mereka berinisial M (9) yang sempat berhenti sekolah selama tiga hari akibat menjadi sasaran perundungan teman-temannya.
Suniti (35), istri Suginanto, mengemukakan putra bungsunya sempat mendapat perundungan dan menjadi olok-olokan teman-temannya akibat perkara dugaan pengambilan dua batang kayu jati di kawasan hutan KPH Padangan.
“Anak yang terakhir itu sempat tiga hari berhenti sekolah, karena di-bully temannya,” ujar Suniti saat ditemui di rumahnya, Minggu (20/9/2026).
Menurut Suniti, salah satu ucapan yang paling membekas bagi anaknya adalah ketika ia disebut tidak memiliki ayah karena sang ayah sedang berada di penjara.
“Sempat di-bully, dia madol (mengadu) pada saya katanya ‘Kamu nggak punya bapak, bapakmu di penjara’,” tutur Suniti menirukan.
Guru kemudian memberikan pendampingan kepada putranya sekaligus memberikan pemahaman kepada murid-murid lain agar tidak melakukan perundungan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber