
BANYUWANGIHITS.ID – Kemacetan panjang yang terjadi di jalur utara Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai berdampak pada aktivitas pendidikan. Antrean kendaraan yang belum sepenuhnya terurai membuat akses menuju sejumlah wilayah terganggu, termasuk aktivitas guru dan siswa SMKN 1 Wongsorejo.
Kondisi tersebut membuat SMKN 1 Wongsorejo mengambil langkah dengan mengalihkan proses pembelajaran menjadi dalam jaringan (daring). Keputusan tersebut dilakukan setelah guru dan siswa mengalami kesulitan menembus antrean kendaraan yang terjadi di jalur utama menuju sekolah.
Dampak kemacetan dirasakan hingga menyebabkan waktu tempuh perjalanan meningkat signifikan. Seorang siswa dari Kecamatan Banyuwangi yang hendak menuju sekolah dilaporkan membutuhkan waktu hingga lima jam untuk perjalanan sekali jalan.
Kondisi serupa dialami Kepala SMKN 1 Wongsorejo. Meski telah berangkat sejak pukul 05.00 WIB, ia baru tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Arus kendaraan juga dilaporkan tersendat sejak kawasan jalur lingkar dan sempat mengalami kemacetan total di kawasan Selogiri.
Kemacetan tidak hanya berdampak pada perjalanan berangkat. Guru yang meninggalkan sekolah sekitar pukul 16.00 WIB juga dilaporkan baru tiba di rumah pada sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 WIB. Kondisi serupa turut dirasakan siswa, terutama mereka yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di luar wilayah Wongsorejo.
Kemacetan di jalur utara Banyuwangi berkaitan dengan kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang serta pengerjaan peningkatan kapasitas fasilitas dermaga pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Proyek tersebut membuat operasional sejumlah fasilitas penyeberangan perlu disesuaikan dan berdampak pada arus kendaraan menuju pelabuhan.
Menanggapi kondisi tersebut, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Banyuwangi melakukan koordinasi agar proses pendidikan tetap dapat berlangsung.
Imron mengatakan rekomendasi pelaksanaan pembelajaran secara daring untuk SMKN 1 Wongsorejo telah dikeluarkan oleh Kasubag TU Cabang Dinas Pendidikan setempat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber