
Gresik (beritajatim.com)– Material silika yang selama ini menjadi produk samping produksi aluminium fluorida (AlF₃) di PT Petrokimia Gresik kini dimanfaatkan untuk kebutuhan proses produksi asam sulfat.
Perusahaan mengembangkan silika tersebut sebagai bahan alternatif untuk menyaring belerang cair.
Langkah ini membuat produk samping yang sebelumnya membutuhkan pengelolaan dan tempat penyimpanan khusus memiliki fungsi baru di dalam proses industri. Di saat yang sama, Petrokimia Gresik dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan penyaring yang selama ini diperoleh dari pihak lain.
Dirut Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan, inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan operasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan material hasil samping produksi.
“Selama ini, penyaringan belerang cair menggunakan diatomaceous earth yang diperoleh dari pihak lain. Melalui inovasi ini, kami tidak hanya menemukan solusi atas produk samping silika yang dihasilkan perusahaan,” kata Daconi, Senin (21/9/2026).
Ia menambahkan, silika tersebut berasal dari proses produksi aluminium fluorida. Dalam satu bulan, unit produksi AlF₃ Petrokimia Gresik menghasilkan sekitar 990 ton silika dalam bentuk padatan.
“Volume yang cukup besar itu membuat perusahaan harus menyiapkan sistem pengelolaan dan area penyimpanan. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan dikembangkannya pemanfaatan silika sebagai bahan yang bisa digunakan kembali dalam proses industri,” imbuhnya.
Bahan kimia tersebut lanjut dia, menjadi salah satu material penting dalam rangkaian produksi pupuk di Petrokimia Gresik. Salah satu tahapannya adalah penyaringan belerang cair. Proses tersebut diperlukan untuk memperoleh belerang dengan tingkat kebersihan yang sesuai sebelum digunakan dalam tahapan produksi berikutnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber