
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan bahan bakar minyak (BBM) dari batu bara.
Menurut Bahlil, rencana tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan seluruh potensi energi dalam negeri di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.
Bahlil mengatakan teknologi saat ini memungkinkan batu bara diolah menjadi gas maupun minyak. Ia menyebut teknologi tersebut telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk China.
“Sekarang teknologinya sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie itu bisa menghasilkan gas maupun minyak. Nah, tapi ini kan kita akan tindak lanjut terus. Di beberapa negara seperti di China, itu gasnya sudah diambil dari batu bara low calorie,” ujarnya.
Selain itu, sambung Bahlil, sejumlah perusahaan juga menawarkan kerja sama kepada Kementerian ESDM untuk mengembangkan teknologi pengolahan batu bara tersebut.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi batu bara yang besar untuk dikembangkan menjadi sumber energi alternatif.
“Beberapa perusahaan-perusahaan sudah melakukan penawaran kepada kami untuk melakukan kerja sama. Kita tahu bahwa potensi batu bara kita untuk melakukan teknologi itu sangat besar sekali. Ini pun yang dimaksudkan oleh Pak Presiden,” ujar Bahlil.
Prabowo sebelumnya menyampaikan pemerintah tidak hanya mengembangkan bahan bakar berbasis kelapa sawit, tetapi juga membidik produksi bensin berbahan dasar batu bara.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber