:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/JAMAAH-UMRAH-TERTIPU-Tampak-depan-halaman-kantor-travel-umrah-PT-Annisa-Ahmada.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Polemik kepulangan jemaah umrah yang menggunakan layanan PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup memasuki babak baru.
KBIHU Muslimat NU Jombang meminta pihak travel mengganti biaya tiket kepulangan yang terpaksa dikeluarkan para jemaah maupun menggunakan dana talangan pribadi pengurus.
Tak hanya meminta pengembalian uang, KBIHU Muslimat NU Jombang juga meminta pihak travel memberikan sertifikat aset sebagai jaminan apabila belum mampu memenuhi kewajiban pembayaran tersebut.
Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah atau Ning Ema, mengatakan terdapat 74 jemaah yang terpaksa membeli tiket kepulangan menggunakan uang sendiri.
Dari jumlah tersebut, 71 orang merupakan jemaah KBIHU Muslimat NU Jombang, sedangkan tiga lainnya bukan bagian dari rombongan KBIHU.
Selain itu, terdapat 11 jemaah yang tidak memiliki kemampuan untuk membeli tiket secara mandiri. Ning Ema kemudian menggunakan uang pribadinya untuk menalangi pembelian tiket kepulangan mereka.
Menurut Ning Ema, nilai penggantian tiket yang diminta kepada pihak travel sekitar Rp7,2 juta untuk setiap jemaah.
“KBIHU Muslimat NU Jombang akan tetap bertanggung jawab atas hal tersebut dan akan memberikan hak-hak jemaah umrah seperti pengembalian uang tiket kepulangan yang dibeli secara mandiri,” ucap Ning Ema kepada Tribunjatim.com, Selasa (22/9/2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber