RRI.CO.ID, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meraih peringkat kedua dalam Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) Award Jawa Timur 2026 kategori pemerintah kabupaten/kota. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian periode 2025 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Bojonegoro dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.
Penghargaan diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Timur Adhy Karyono kepada Bupati Bojonegoro Setyo Wahono di Ballroom Vasa Hotel, Surabaya. Bupati Setyo Wahono hadir didampingi Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono serta perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro.
Dalam kategori pemerintah kabupaten/kota, Kabupaten Sidoarjo menempati peringkat pertama. Bojonegoro berada di posisi kedua, sementara Kabupaten Mojokerto di peringkat ketiga.
Jamsostek Award 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan (UCJ), terutama bagi pekerja sektor informal atau bukan penerima upah (BPU).
Program tersebut memberikan perlindungan melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan iuran yang terjangkau.
Sekda Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi pekerja dan keluarganya dari dampak risiko pekerjaan.
Menurutnya, kecelakaan kerja maupun risiko lainnya jangan sampai berkembang menjadi persoalan sosial ekonomi yang berujung pada kemiskinan keluarga pekerja.
Berdasarkan paparan dalam kegiatan tersebut, cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Jawa Timur saat ini baru mencapai sekitar 26,8 persen atau 5,6 juta pekerja dari potensi sekitar 21 juta tenaga kerja. Masih rendahnya cakupan tersebut menunjukkan perlunya perluasan perlindungan, terutama bagi pekerja informal seperti pelaku UMKM, pekerja konstruksi, hingga petani.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber