
Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur meminta jajaran kelurahan meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan dan persoalan warga karena kelurahan menjadi pemerintahan yang paling dekat sekaligus ujung tombak pelayanan masyarakat.
“Kalau ada warga yang kesulitan atau ada permasalahan, yang didatangi pertama adalah kelurahan. Sehingga, kelurahan sebagai ujung tombak harus peka terhadap kebutuhan maupun permasalahan yang ada di lingkungannya,” kata Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Kediri, Senin.
Ia mengatakan posisi kelurahan sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga berbagai persoalan, kebutuhan, serta potensi di lingkungan warga dapat diketahui dari tingkat kelurahan.
“Kami ini bukan Superman, tapi kita ini super tim. Jadi, koordinasi dengan berbagai pihak ini harus berjalan baik. Masyarakat ke kelurahan ini tidak hanya butuh administrasi saja, tetapi mereka juga butuh pelayanan yang cepat dan tepat,” ujarnya.
Wali Kota Vinanda juga meminta aparatur kelurahan memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat. Menurut dia, aparatur sipil negara (ASN) memiliki tanggung jawab besar karena masyarakat memiliki harapan terhadap kualitas pelayanan pemerintah.
Selain itu, ia meminta jajaran kelurahan memahami berbagai program pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, sehingga dapat menjelaskan program tersebut kepada masyarakat sekaligus mengetahui pihak yang harus diajak berkoordinasi ketika muncul kebutuhan atau persoalan di lapangan.
“Jadi, nanti ketika ada kebutuhan atau permasalahan yang terjadi, Bapak Ibu lurah dan jajaran bisa menjelaskan kepada masyarakat. Lalu, Bapak Ibu juga paham harus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan siapa,” katanya di Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri.
Wali Kota Kediri juga meminta kantor kelurahan, kecamatan, dan perangkat daerah mengembangkan urban farming sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber