SIDOARJO -KEMPALAN: Tujuh puluh pendekar datang bukan sekadar untuk bertanding. Mereka membawa satu ambisi: merebut kembali mahkota juara dan membuka jalan menuju panggung nasional.

Kontingen Pagar Nusa Sidoarjo bersiap menyerbu arena Kejurwil X Pencak Silat Nahdlatul Ulama (NU) Pagar Nusa Jawa Timur 2026 di GOR KH. Moh. Ilyas, Banyuwangi, 24–27 September 2026. Ajang yang mengusung tema “Menjunjung Sportivitas, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi” ini mempertemukan kontingen dari 45 kabupaten/kota/cabang Pagar Nusa se-Jawa Timur.

Pada Kejurwil sebelumnya, Sidoarjo tampil impresif dengan meraih juara umum kategori remaja dan runner-up kategori dewasa. Persaingan berlangsung ketat, terutama dengan Kota Malang. Capaian tersebut kini menjadi pijakan bagi Sidoarjo untuk memasang target lebih tinggi di Banyuwangi.

Sebanyak 70 pendekar Sidoarjo diterjunkan dalam Kejurwil X. Mereka akan berhadapan dengan kekuatan dari berbagai daerah yang sama-sama datang dengan ambisi besar. Malang dan Banyuwangi menjadi nama yang patut diperhitungkan. Begitu pula Kota Pasuruan, Bojonegoro, Gresik, dan Sumenep yang berpotensi menghadirkan persaingan ketat di setiap nomor.

Di atas matras, reputasi tidak otomatis berubah menjadi kemenangan. Setiap pesilat harus membuktikan kualitas melalui teknik, kecepatan, ketepatan, stamina, disiplin, dan terutama ketenangan ketika tekanan pertandingan mencapai puncaknya.

Bagi Nurul Kuda Ketus, Pimpinan Pagar Nusa Sidoarjo, perjalanan para pendekar tidak berhenti pada Kejurwil. Bersama dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Bupati Sidoarjo Subandi, pembinaan diarahkan agar prestasi pesilat tidak hanya berhenti di tingkat wilayah.

Kejurwil X menjadi salah satu pintu penting untuk membuktikan kualitas tersebut. Sidoarjo ingin menghasilkan pesilat-pesilat terbaik yang bukan hanya mampu menguasai arena Jawa Timur, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menjadi wakil Jawa Timur di tingkat nasional.

Satu kemenangan dapat memperpanjang langkah. Satu medali dapat memperkuat posisi kontingen. Namun, pada akhirnya, akumulasi prestasi akan menentukan apakah Sidoarjo mampu kembali berdiri di puncak.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *