
jatimnow.com – Angka prevalensi stunting di Kota Kediri turun dari 4,6 persen pada 2025 menjadi 4,4 persen pada semester pertama 2026.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Kediri, dari 16.318 balita yang diukur pada semester pertama 2026, sebanyak 718 balita teridentifikasi mengalami stunting.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan pemerintah kota akan terus mendorong penurunan prevalensi stunting melalui berbagai program pencegahan dan penanganan.
“Alhamdulillah, di Kota Kediri prevalensi stunting turun. Di semester satu tahun 2026 ini angkanya 4,4% dengan jumlah kasus 718 balita. Tentu Pemerintah Kota Kediri akan terus berupaya mencegah dan menurunkan prevalensi stunting ini,” ujarnya.
Capaian tersebut juga menempatkan Kota Kediri di urutan kedua daerah dengan kinerja terbaik se-Jawa Timur berdasarkan Penilaian Kinerja Daerah dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Tahun 2026.
Pemkot Kediri menargetkan prevalensi stunting tahun 2026 dapat ditekan hingga 17,5 persen sesuai target dalam RPJMD Kota Kediri 2025-2029.
Sejumlah program dilakukan untuk mencegah dan mempercepat penurunan stunting. Di antaranya pemberian makanan tambahan (PMT), ATM Beras bagi warga desil 1-4, urban farming, serta dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Jadi nanti warga yang ada di desil 1 bisa kita support melalui urban farming. Kita juga terbantu dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” ungkapnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber