
jatimnow.com – Polemik kepemimpinan Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof Akh Muzakki, mendapat sorotan dari DPR RI. Komisi VIII DPR RI menilai ada persoalan dalam proses pemilihan rektor yang perlu mendapat penjelasan dari Kementerian Agama.
Ia menyebut kepemimpinan Muzakki dinilai tidak kondusif dan kurang mengakomodasi aspirasi dari lingkungan kampus.
“Ada beberapa yang disampaikan kepada kami karena rektor ini sudah pernah menjabat sebagai rektor, sudah berjalan empat tahun, selama menjabat arogan. Selama menjabat tidak kondusif, selama menjabat tidak menerima aspirasi dari bawah baik itu di kalangan sekitar dekan, maupun dosen, maupun mahasiswa,” kata Abdul Wachid.
Selain persoalan kepemimpinan, Komisi VIII juga menyoroti proses pemilihan rektor UINSA. Abdul Wachid menyebut proses tersebut diikuti 13 calon dan melalui tahapan fit and proper test.
Ia mempertanyakan proses hingga Muzakki dapat masuk dalam tiga besar calon rektor. Sebab, menurut informasi yang diterima Komisi VIII, Muzakki sebelumnya termasuk calon yang dinyatakan tidak lolos tiga besar.
“Ternyata di dalam pemilihan seorang rektor melalui fit and proper test, yang diikuti 13 calon ternyata Pak Muzakki ini termasuk orang yang tidak dinyatakan lolos tiga besar, tapi anehnya di dalam perjalanannya, beliau bisa masuk tiga besar. Kalau ini kita biarkan yang jadi korban adalah mahasiswa, universitas,” ujarnya.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Abdul Wachid mengatakan Komisi VIII DPR RI akan meminta penjelasan dari Menteri Agama dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. Pemanggilan tersebut diupayakan dilakukan setelah sidang paripurna.
“Saya minta tadi kalau bisa setelah sidang paripurna kita panggil Menteri Agama dan Sekjen ke sini agar bisa terselesaikan,” pungkasnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber