
Kediri (beritajatim.com) – Menghadapi musim kemarau panjang, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) MKSO Kebun Dhoho memperkuat pengawasan dan pemeliharaan tanaman tebu di sejumlah areal perkebunan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman, khususnya pada fase pascapanen, sekaligus memastikan tunas tebu dapat berkembang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya.
Kondisi cuaca dengan suhu yang meningkat dan curah hujan yang menurun membuat ketersediaan air menjadi salah satu perhatian utama. Petugas bagian tanaman pun meningkatkan monitoring sekaligus memastikan sistem pengairan dapat menjangkau areal yang membutuhkan.
General Manager MKSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, mengatakan monitoring tanaman menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan budidaya tebu.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara rutin di setiap areal untuk mengetahui kondisi tanaman sekaligus memastikan tahapan budidaya berjalan sesuai prosedur.
“Kami dan seluruh jajaran bagian tanaman rutin melaksanakan monitoring di setiap sudut lahan tebu. Monitoring ini menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan budidaya tebu berjalan sesuai prosedur,” kata Juni.
Menghadapi kemarau, MKSO Kebun Dhoho mengoptimalkan sumber air yang tersedia. Setidaknya terdapat tiga titik sumur besar yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengairan di sejumlah areal perkebunan.
“Kami memanfaatkan tiga titik sumur besar yang kami miliki sehingga bisa mengairi setiap sudut kebun tebu,” tuturnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber