
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengaku terkejut atas kasus pemilihan Rektor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) yang justru ditolak oleh para mahasiswanya.
Nasaruddin menjelaskan sebelumnya sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kemenristekdikti terhadap persoalan ini. Ia tidak menyangka pemilihan rektor menjadi polemik yang serius karena sebelumnya selalu berjalan mulus.
“Bahkan beberapa waktu yang lalu kami berkonsultasi dengan teman-teman dari ristdikti, dulu dikdasmen ya, ristekdikti mencoba untuk mempelajari apa yang dilakukan Kementerian Agama karena setiap pemilihan rektor itu selalu mulus ya. Tidak pernah terjadi gejolak seperti halnya yang terjadi di beberapa perguruan tinggi lain,” kata Nasaruddin pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII, pada Selasa (22/9).
Ia juga menyinggung peraturan pemilihan rektor masih sama, tetapi mengapa muncul polemik seperti yang terjadi di UINSA ini.
“Nah, khusus untuk Surabaya, ini terus terang saya juga kaget ya, karena mesin yang sama, peraturan perundang-undangan yang sama kita lakukan, tetapi reaksi yang dimunculkan berbeda,” ujarnya.
Nasaruddin menegaskan akan mencermati apa yang terjadi pada kasus rektor dengan mahasiswa di UINSA. Ia juga akan melihat dari segi peraturan apakah terdapat penyimpangan atau tidak.
“Nah, tentu memang ada hal-hal yang perlu saya secara pribadi harus cermati apa sesungguhnya yang terjadi di Surabaya ini. Nah, tentu saya harus mulai melihat dari segi peraturan, ada enggak penyimpangan dari peraturan yang kita lakukan?,” lanjutnya.
Nasaruddin mengaku dirinya sudah berkomunikasi dengan pihak di Surabaya untuk memantau aktivitas perkuliahan mahasiswa. Ternyata, mahasiswa masih berkuliah secara daring karena gedung kuliah mereka masih disegel.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber