:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/DED-Pemkab-Sidoarjo-bersama-Balai-Besar-Pelaksana-Jalan-Nasional-BBPJN-Wilayah-V.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo mengusulkan agar Flyover Gedangan menjadi enam jalur.
Rencana pembangunan Flyover Gedangan sudah masuk tahap pembahasan detail engineering design (DED).
Dalam proses ini, Pemkab Sidoarjo mengusulkan desain jembatan layang Gedangan bisa menjadi enam jalur untuk dua arah.
Usulan enam jalur itu dimaksudkan untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas serta mencegah kemacetan di kawasan tersebut hingga 30 tahun mendatang. Sementara jika empat jalur untk dua arah, diprediksi titik jenuhnya terjadi 15 tahun ke depan.
“Perhitungannya didasarkan pada kapasitas arus lalu lintas. Jika menggunakan opsi enam jalur, titik jenuh kepadatan baru tercapai dalam 30 tahun ke depan. Namun, jika hanya empat jalur, titik jenuhnya diproyeksikan terjadi dalam 15 tahun,” kata Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo M Makhmud, Rabu (23/9/2026).
Usulan tersebut juga sudah disampaikan saat rapat koordinasi penyesuaian DED yang digelar Pemkab Sidoarjo bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V Jawa Timur-Bali.
Mahmud menjelaskan, skema enam jalur bawah tersebut akan dibagi merata di kedua sisi jembatan. Sisi timur atau arah Surabaya menuju Sidoarjo dan sisi barat atau arah Sidoarjo menuju Surabaya, masing-masing dialokasikan tiga jalur.
Pilihan enam jalur, menurut Makhmud, memang membutuhkan lahan yang lebih luas. Kendati demikian, langkah ini dinilai lebih efektif untuk menghindari kerumitan pembebasan lahan susulan akibat pelebaran jalan di kemudian hari.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber