Pihak sekolah menyebarkan kuesioner kepada wali murid untuk mengetahui kesiapan mereka menerima kembali program MBG. Kuesioner tersebut mulai dibagikan melalui Google Form pada Senin (21/9/2026) malam.

Kepala SDN Kauman 1 Kota Malang, Sentot Hariyanto mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena terdapat pro dan kontra dari orang tua siswa mengenai kelanjutan MBG di sekolah.

“Komunikasi pro kontra ada. Akhirnya dibuat pertanyaan siapa yang bersedia dan siapa yang enggak,” ujar Sentot, Selasa (22/9/2026).

Dari sekitar 500 penerima manfaat MBG di SDN Kauman 1, hasil sementara kuesioner menunjukkan sekitar 20 persen wali murid belum menyetujui program tersebut kembali berjalan.

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara. Pengisian kuesioner masih berlangsung sehingga belum menjadi keputusan akhir dari pihak sekolah maupun orang tua siswa.

“Untuk keputusan mutlak, kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan karena kami sekolah negeri,” jelasnya.

Penjaringan aspirasi tersebut dilakukan setelah penyaluran MBG di SDN Kauman 1 terhenti sejak akhir Juli 2026. Penghentian terjadi setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan, seperti diare dan muntah, sehari setelah menerima makanan MBG.

Saat itu, sekitar 35 siswa disebut tidak masuk sekolah. Berdasarkan penelusuran puskesmas, terdapat sekitar 50 siswa yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, meski makanan yang dikonsumsi siswa tidak seluruhnya sama.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *