:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Kepala-Bappeda-Sumenep-Arif-Firmanto-mengatakan-Pemkab-mulai-mematangkan-arah-percepatan.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, memperkuat ekonomi masyarakat berdasarkan karakteristik wilayah sebagai strategi penanggulangan kemiskinan, selain menyalurkan bantuan sosial.
Strategi itu, sebelumnya telah dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pengembangan Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep di Ruang Pottre Koneng Sumenep, Selasa (15/9/2026).
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan, penanggulangan kemiskinan harus mendorong kemandirian ekonomi, bukan hanya mengandalkan bantuan konsumtif.
“Penanggulangan kemiskinan tidak boleh hanya mengandalkan bantuan sosial yang bersifat konsumtif. Harus ada intervensi melalui penguatan ekonomi masyarakat lokal dan pendekatan berbasis kewilayahan,” kata Arif Firmanto saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).
Strategi tersebut berfokus pada tiga hal, yakni mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kantong kemiskinan di sejumlah wilayah Sumenep.
Pelaksanaannya melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penentuan penerima manfaat.
Berdasarkan data 2025, angka kemiskinan Sumenep mencapai 17,02 persen atau sekitar 188.480 jiwa.
Untuk mempertahankan tren tersebut, Bappeda Sumenep menggagas Sinergi Multi Pihak Lawan Kemiskinan (SIMPUL).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber