
jatimnow.com – Rencana beribadah ke Tanah Suci berubah menjadi penantian tanpa kepastian. Sekitar 4 ribu calon jemaah umroh dari beberapa daerah di Jawa Timur diduga menjadi korban penipuan biro perjalanan umroh PT Anisa Ahmada Travelindo. Para korban mendatangi Polda Jatim untuk untuk melaporkan wanita inisial EKN selaku pihak pemilik biro umrah tersebut
Para jemaah yang merasa dirugikan mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur, Rabu (23/09/2026), untuk melaporkan kasus dugaan penipuan.
Para pelapor berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Gresik, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Lamongan hingga Surabaya. Mereka mengaku telah membayar biaya umroh yang rata-rata mencapai Rp20 juta hingga Rp26 juta per orang. Jumlah uang yang telah disetorkan para jemaah diperkirakan mencapai lebih dari Rp120 miliar.
Persoalan mencuat setelah jadwal keberangkatan para calon jemaah dibatalkan secara mendadak. Pihak travel juga disebut sudah tidak lagi melayani calon jemaah yang datang untuk meminta penjelasan.
Salah satu pelapor asal Gresik, Iin Haniatun Rohmah, mengaku sebelumnya memiliki pengalaman positif menggunakan jasa travel tersebut. Bahkan, ia pernah diberangkatkan umrah pada tahun sebelumnya. Namun, pengalaman itu berubah ketika dirinya kembali mendaftar dan melunasi biaya umrah. Keberangkatan yang semula dijadwalkan pada 20 September 2026 justru dibatalkan sekitar lima hari sebelum jadwal.
“Saya sebelumnya punya pengalaman, memang diberangkatkan tahun lalu dan berhasil. Malah ditambah harinya, dari 11 jadi 16 hari. Nah, tapi setelah kita lunasi, kok admin namanya Anisa ini tiba-tiba menghilang. Pada keberangkatan yang seharusnya disepakati 20 September, tapi mendadak H-5 dibatalkan tanpa kejelasan,” ujarnya.
Menurut Iin, dirinya bersama calon jemaah lainnya berharap pihak travel memberikan penjelasan sekaligus mengembalikan seluruh dana yang telah disetorkan.
Hal serupa dialami Lulus Sahyati, calon jemaah asal Mojokerto. Ia mengaku telah melunasi biaya umrah sebesar Rp25,9 juta. Kepercayaan Lulus terhadap travel tersebut muncul setelah lima anggota keluarganya sebelumnya berhasil berangkat umrah menggunakan biro perjalanan yang sama.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber