
Kasus influenza tipe A mengalami lonjakan di beberapa wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya. Hal ini membuat sejumlah rumah sakit kebanjiran pasien influenza tipe A.
Dr. Ariani Permatasari, Sp.P, Dokter Spesialis Paru Rs Soetomo, grafik kasus ini mengalami peningkatan sepanjang Juli hingga September 2026. Bahkan, pihaknya telah banyak menerima pasien dengan kasus influenza berat.
Dr Ariani juga menilai bahwa kasus ini merupakan wabah musiman yang sering terjadi. Ia menyebut kelompok yang paling rentan tertular di antaranya bayi, anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi imunokompromais.
“Peningkatan kasus, sebetulnya influenza itu adalah penyakit musiman. Terutama Indonesia itu kan negara tropis. Jadi ada bulan-bulan tertentu terjadi lonjakan kasus. Kalau diperhatikan ini mulai terjadi peningkatan jumlah kasus sindrom respirasi,” jelasnya, Kamis (24/9/2026).
Umumnya, gejala ini ditandai dengan sakit tenggorokan, demam, dan flu. Namun, apabila virus tersebut tidak segera ditangani akan beresiko komplikasi. Sehingga, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh.
“Jadi bisa saja sampai dengan, tadi sampai terjadi pneumonia, gagal napas, dan macam-macam. Terus kemudian yang lain-lain,” kata Dr Ariani kepada detikJatim saat ditemui, Rabu (23/9).
Lebih lanjut, Dr Ariani menerangkan bahwa siklus penyebaran virus ini dimulai dari kontak fisik dengan penderita, seperti berjabat tangan atau memegang benda yang disentuh penderita. Sering kali hal tersebut tidak banyak disadari. Biasanya masa inkubasi penularan berlangsung mulai dari satu hingga empat hari dan umumnya bisa sampai tujuh hari.
“Cuman kan gejalanya batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, sehingga orang itu sering abai. Akhirnya orang sakit tidak pakai masker, akhirnya tidak sengaja dia menjadi sumber transmisi ke orang lain. Padahal penularannya sangat mudah sekali,” tuturnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber