:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/TRUK-RINGSEK-Dua-truk-adu-banteng-di-bangkalan-kecelakaan-di-bangkalan.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Belum hilang bekas serpihan dari puing-puing empat kendaraan terlibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) beruntun di Jalan Raya Desa Karang Anyar, Kecamatan Blega, Bangkalan, Madura, pada Rabu (23/9/2026) pukul 07.50 WIB, insiden laka lantas kembali terjadi di Jalan Raya Desa Pakaan Dajah, Kecamatan Galis, Bangkalan, setelah dua unit kendaraan truk bertabrakan depan, Kamis (24/9/2026) pukul 06.00 WIB.
Dari dua peristiwa laka lantas yang terjadi secara berturut-turut dalam dua hari terakhir itu, jumlah korban mencapai 7 orang dengan rincian satu korban tewas dan enam korban menderita luka.
Tambahan satu korban luka ringan itu adalah pengemudi truk boks; pria berinisial AK (19), warga Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
Kendaraan truk boks nopol L 9392 BH yang dikemudikan AK bertabrakan depan dengan kendaraan truk nopol M 8328 UB yang dikemudikan pria berinisial M (42), warga Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengungkapkan, keterangan yang diterima dari sejumlah saksi, kejadian laka lantas dua unit truk itu berawal ketika kendaraan yang dikemudikan korban AK melaju dari arah barat dan berupaya menghindar dengan cara membanting setir ke arah kiri.
“Korban melihat kendaraan truk dari arah berlawanan atau timur melaju cepat, posisinya pun condong di laju kanan. Namun karena telalu dekat, upaya mengindar gagal sehingga bertabrakan hingga truk korban menabrak tiang,” ujar Agung.
Tingginya intensitas laka lantas di Jalur Poros Nasional Kabupaten Bangkalan direspons Ketuap DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) setempat, Mulyadi dengan usulan aktivasi jembatan timbang di Kabupaten Bangkalan.
Jembatan timbang sebagai Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (PPKB) merupakan bagian penting dari manajemen keselamatan berlalu lintas.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber