
Jember (beritajatim.com) – Dua benda purbakala batu yoni di Dusun Krajan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, raib setelag kedatangan empat orang tidak dikenal. Salah satunya diduga orang Bali.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Jember pertama kali mendapatkan informasi raibnya dua batu yoni itu dari RZ Hakim, seorang sejarawan lokal, 22 September 2026. Dua batu purbakala itu berada di lahan milik Eko yang menetap di Kecamatan Sumberjambe.
Dua batu yoni itu tercatat sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), masing-masing dengan nama Yoni I Situs Pucangsari Sukowono bernomor ODCB CB.6060.19700101.17473, dan Yoni II Situs Pucangsari Sukowono bernomor ODCB CB.6060.19700101.17474.
Menurut Pak Wiwid, warga setempat, ada empat pria yang berada di lokasi sebelum dua batu itu raib dua bulan lalu. “Mereka mengaku sedang melakukan survei pohon durian,” kata Kepaa Bidang Kebudayaan (Disporabudpar Jember Agung Nugroho dalam surat untuk Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur.
Dua orang mengajak berbincang-bincang, seorang terlihat sedang memgukur dua batu yoni. Seorang lagi bertugas mengamati.
“Menurut keterangan Pak Wiwid, pria yang mengukur batu yoni dan yang mengamati tidak bisa berbahasa Madura sama sekali. Diduga orang Jawa atau orang Bali. Sementara dua orang lainnya mengaku orang Sumberjambe,” kata Agung.
Keesokan harinya, dua batu Yoni tersebut sudah raib. Kemungkinan dua batu itu raib pada pukul 16.30 – 18.00 WIB menjelang Magrib. “Pak Widid menjelaskan bahwa saat itu kondisi memang lengang, terlebih lagi terdapat hajatan warga, yaitu selapanan, yang membuat aktivitas warga terpusat di satu lokasi,” kata Agung.
Di lokasi hilangnya batu yoni, terdapat sisa-sisa tasbih, alat-alat gerabah buatan modern, struktur batu bata diduga batu bata kuno yang ditumpuk menyerupai punden, namun sudah hancur karena keberadaan akar pohon besar. “Warga menyebut pula lokasi tersebut dengan nama Bhuju’ Pocang,” kata Agung.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber