Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Banyuwangi menyoroti fenomena tingginya angka pengangguran di Bumi Blambangan yang dinilai tidak sejalan dengan capaian pertumbuhan ekonomi daerah.
Sorotan tajam tersebut disampaikan juru bicara Fraksi Demokrat, Yuliawan Bambang Sukiyanto, saat membacakan Pemandangan Umum (PU) atas diajukannya Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 oleh Bupati Banyuwangi dalam rapat paripurna, Kamis (9/25/2026).
Yuliawan menegaskan, berdasarkan hasil kajian internal Fraksi Demokrat, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada tahun 2025 lalu dinilai masih kurang berkualitas. Indikator ini terlihat jelas dari nilai Incremental Labour Output Ratio (ILOR) yang berada di angka negatif, yakni minus 0,003.
“Nilai ILOR memberikan gambaran efektivitas pertumbuhan ekonomi dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Nilai negatif ini menandakan adanya kecenderungan jobless growth atau penurunan kesempatan kerja, di mana peningkatan output APBD tidak disertai penyerapan tenaga kerja yang memadai,” paparnya.
Anggota DPRD Banyuwangi Fraksi Demokrat ini menambahkan, klaim eksekutif mengenai pertumbuhan ekonomi yang inklusif, adil, dan merata belum sepenuhnya terwujud. Saat ini, penikmat pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.
Kondisi tersebut diperkuat oleh data penurunan angka pengangguran yang justru melambat saat ekonomi diklaim tumbuh tinggi. Pada tahun 2024, jumlah pengangguran berkurang hingga 6.114 orang saat ekonomi tumbuh 4,68 persen. Namun pada 2025, saat ekonomi tumbuh lebih tinggi mencapai 5,65 persen, jumlah pengangguran justru hanya berkurang 1.608 orang.
Tak hanya itu, data menunjukkan sekitar 7 dari 10 pekerja di Banyuwangi masih menggantungkan hidup di sektor informal.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber