
Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur mendorong penataan kawasan kumuh di wilayah kota ini secara terpadu dan terintegrasi guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan penanganan kawasan kumuh tidak semata-mata ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Ini menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa rencana penanganan kawasan Ngronggo benar-benar matang, realistis, dan yang paling penting, menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya dalam Final Expose Readiness Criteria Penanganan Kawasan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi untuk Kelurahan Ngronggo di Balai Kota Kediri, Jumat.
Ia menjelaskan Kelurahan Ngronggo menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena tidak hanya menghadapi persoalan permukiman, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam perkembangan Kota Kediri.
Menurut dia, aktivitas perdagangan dan jasa, pendidikan, serta perkantoran di kawasan tersebut terus berkembang sehingga peningkatan kualitas lingkungan Ngronggo tidak hanya berdampak kepada warga setempat, tetapi juga mendukung aktivitas perkotaan secara keseluruhan.
Lokus penanganan kawasan yang diusulkan memiliki luas sekitar 13,86 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 1.413 jiwa atau 493 kepala keluarga. Berdasarkan hasil penilaian, kawasan tersebut masuk kategori kumuh ringan dengan nilai 17.
Wali Kota Vinanda menegaskan kategori tersebut tidak berarti persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diabaikan. Sejumlah kebutuhan masih harus ditangani, antara lain kelayakan hunian, jalan lingkungan, drainase, penyediaan air minum, sanitasi, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran.
“Itulah sebabnya kami mendorong pendekatan skala kawasan yang terpadu dan terintegrasi. Tujuan kami bukan sekadar mengubah status kawasan dari kumuh menjadi tidak kumuh. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang lebih layak huni, lebih sehat, lebih aman, lebih tertata, dan berkelanjutan,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber