:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Kepala-BP-Taskin-Budiman-Sudjatmiko-santuni-anak-yatim-di-Ponpes-Nurul-Amanah-bangkalan.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Dialog Pemberdayaan dengan tema ‘Pesantren sebagai Pusat Pemberdayaan’ di Pondok Pesantren Nurul Amanah, Desa Basanah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Jumat (25/9/2026).
Tiba selepas waktu salat Jumat sekitar pukul 12.30 WIB, Sudjatmiko disambut hangat Pengasuh Ponpes Nurul Amanah, KH Jazuli Nur.
Turut mendampingi Sudjatmiko, yakni Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (DPP Apdesi), Wahyudin Mapparenta, serta Gus Iqbal Billy Wahid dari Ponpes Tebuireng Jombang.
Langkah Sudjatmiko mendadak terhenti ketika memasuki ruang kelas di lantai 2 di salah satu gedung pesantren yang dijadikan tempat diskusi bertemakan ‘Sinergi Pesantren, Masyarakat, dan BP Taskin.’
“Dari daerah sini (Bangkalan) semua ya ibu,” tanya Sudjatmiko menyapa puluhan ibu beserta anak yatim dan 15 pegiat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Beberapa kali Sudjatmiko tampak menghela napas sambil mengusap satu per satu kening puluhan anak yatim saat memberikan santunan.
“Saya kira target Pak Prabowo sebagai Presiden RI, pertama adalah memastikan dapurnya warga miskin ngebul (menyala), wifi-nya tetap berjalan, anak-anak tetap belajar berangkat sekolah, seragamnya baik, dan bisa pintar untuk masuk perguruan tinggi negeri gratis, itu maunya Pak Prabowo,” tegas Sudjatmiko.
Sebagai salah satu pembantu Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, pihaknya diminta untuk mengurusi orang miskin.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber