
Mojokerto (beritajatim.com) – Tumpukan ampas hasil penggilingan tebu milik Pabrik Gula (PG) Gempolkrep di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, terbakar pada Sabtu (26/9/2026). Sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api.
Selain mengerahkan armada damkar, pihak PG Gempolkrep juga memanfaatkan hidran untuk membantu proses pemadaman. Asap putih pekat membumbung tinggi. Kencangnya angin membuat api dengan cepat merembet, petugas damkar masih melakukan proses pemadaman.
Asap putih tebal dari kebakaran tersebut dilaporkan mengarah ke permukiman warga. Kondisi itu membuat sebagian warga merasakan perih pada mata dan sesak akibat kepulan asap. Hingga berita ini ditulis, petugas pemadam kebakaran masih melakukan upaya penanganan.
Salah seorang warga, Seger (55) mengatakan, material yang terbakar merupakan ampas tebu milik PG Gempolkrep. “Itu ampas tebu yang terbakar. Kira-kira jam 12-an. Asapnya ke rumah-rumah warga, bikin mata perih dan dada sesak. Tahun ini, baru kali ini terbakar,” ungkapnya.
Kebakaran ampas tebu milik PG Gempolkrep bukan kali ini terjadi. Catatan Beritajatim.com menyebutkan, kejadian serupa sebelumnya terjadi pada 28 Agustus 2017 dan 31 Maret 2018. Gudang penyimpanan ampas penggilingan tebu di PG Gempolkrep terbakar saat proses giling. [tin/ian]
document.getElementById(“comment”).setAttribute( “id”, “af336760942d794540a12e39076e7851” );document.getElementById(“f98b4317b4”).setAttribute( “id”, “comment” );
Beritajatim.com adalah media online berbasis di Surabaya, dan fokus pada pemberitaan di wilayah Jawa Timur. Sejak awal, beritajatim.com memegang teguh kaidah jurnalistik dalam pemberitaan, sehingga aspek akurasi, disiplin verifikasi, independen, melekat kuat di setiap berita Selengkapnya
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber