
Ibadah haji atau umrah sering kali diidentikkan dengan seremonial keberangkatan yang meriah serta perjalanan spiritual yang dilakukan secara berulang. Namun, sudut pandang berbeda mengenai esensi umrah diangkat lebih mendalam pada sesi kajian Islamic Travel Connect Surabaya yang diselenggarakan oleh CNNIndonesia bersama CIMB Niaga.
Dalam acara tersebut, penceramah Ustaz Marzuki Imron atau yang populer dengan nama Ustaz ‘Naruto’ menyoroti bahwa berangkat umrah tidak harus diawali dengan seremonial yang mengundang banyak orang. Berangkat secara diam-diam pun sangat diperbolehkan dan tidak mengurangi nilai ibadah itu sendiri.
“Umrah ya umrah saja, ndak harus bikin pengajian. Pak Ustaz jenengan (anda) dulu umrah sama, saya umrahnya diam-diam. Tetangga tidak ada tahu, dan pulangnya pun diam-diam,” kata Ustaz Marzuki saat mengisi kajian di Islamic Travel Connect Surabaya di Atrium Utama Royal Plaza Surabaya, Sabtu (26/9).
Meskipun berangkat dan pulang tanpa diketahui orang banyak, Ustaz Marzuki tetap mengingatkan pentingnya berbagi buah tangan sebagai wujud syukur kepada Allah atas nikmat ibadah yang sudah diberikan. Hal ini bisa dilakukan dengan sederhana tanpa perlu menggelar acara seremonial di rumah.
“Ndak ada pengajian di rumah baik sesudah atau sebelum, ndak ada. Tapi tetap saya ngasih karena itu bentuk saya pengin bersyukur kepada Allah ya tak keki (saya beri). Ya ono kurmoe (ya ada kurmanya), ya ono zamzame (ya ada air zamzamnya), ya ono rukuh dan sajadahe (ya ada mukena dan sajadahnya), tetap tak keki (tetap saya beri),” ucapnya.
Ustaz kemudian membahas isu di masyarakat mengenai orang yang mampu umrah berkali-kali namun kurang peka terhadap tetangga sekitar. menurutnya menolong orang lain, terutama tetangga yang sedang kesulitan, memiliki kedudukan yang jauh lebih mulia dibandingkan ibadah ritual ke Tanah Suci.
“Pak Ustaz lebih utama mana berangkat umrah atau menolong orang lain? Lebih utama mana berangkat umrah atau menolong orang lain? Tak (saya) tunjukkan dalilnya,” katanya.
Untuk memperkuat argumennya, Ustaz Marzuki menceritakan sebuah kisah mahsyur di zaman Nabi Muhammad SAW mengenai seseorang yang secara mengejutkan mendapatkan predikat mabrur langsung dari Rasulullah, meski orang tersebut tidak pergi haji.
“Suatu saat Rasulullah bilang gini, ‘orang ini mabrur. Orang ini mabrur, orang ini mabrur.’ Maka para sahabat lho sing endi ta lah (bertanya lho yang mana sih)? ‘Iya itu yang mabrur itu, yang lainnya ndak ada yang mabrur, yang mabrur yang ini’,” kata Ustaz Marzuki menceritakan kisah nabi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber