Madiun (ANTARA) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyebutkan perputaran uang yang tercatat dalam Expo 2026 UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah di Kota Madiun, Jawa Timur selama tiga hari pelaksanaan mencapai Rp5,7 miliar.

“Laporan dari panitia bahwa transaksi di dalam sini sekitar Rp5,7 miliar. Sementara yang di luar belum kita hitung, termasuk hotel, kemudian oleh-oleh sekitar sini, dan lain-lainnya,” ujar pria yang biasa disapa Gus Irfan seusai mengikuti Kegiatan Sa’i Walk and Run sekaligus menutup resmi gelaran Expo Haji dan Umrah di Stadion Wilis Kota Madiun, Minggu.

Menurut dia, kegiatan tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi tidak hanya bagi tenant yang terlibat pameran, tetapi juga sektor hotel, UMKM, perdagangan, kuliner, dan usaha oleh-oleh di Kota Madiun.

Ia mengatakan, angka Rp5,7 miliar merupakan transaksi yang tercatat di dalam area expo. Nilai tersebut belum termasuk aktivitas ekonomi yang terjadi di luar lokasi acara.

Selain itu, dampak ekonomi kegiatan tersebut juga berpotensi terlihat dari aktivitas bisnis yang muncul selama expo berlangsung. Salah satunya melalui “business matching” antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra dari Arab Saudi.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah eksportir dari Indonesia dan importir dari Arab Saudi untuk pengiriman produk Indonesia dengan nilai sekitar Rp5 miliar.

Gus Irfan menyebut kerja sama tersebut menjadi upaya awal untuk mendorong agar aktivitas ekonomi dari sektor haji dan umrah dapat memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat.

“Ini memang bukan angka yang cukup besar, tapi ini adalah awal. Awal dari upaya kita untuk menjalankan amanat Bapak Presiden. Beliau ingin sektor haji dan umrah perputaran uangnya sebagian bisa kembali ke masyarakat,” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *