MALANG – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota memperkuat kontrol sosial pencegahan konflik sosial dengan mengedepankan unsur budaya lokal khas Malangan, seperti osob kiwilan atau bahasa kebalikan, Minggu (27/9). 

Kepala Polresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno seusai acara Temu Budaya Malang Hebak di Sanggar Sasana Krida Budaya, Kota Malang, Minggu, mengatakan, salah satu budaya lokal di dalam konteks penguatan kontrol sosial adalah osob kiwilan atau bahasa kebalikan yang sudah menjadi bagian ciri komunikasi dan simbol keakraban masyarakat setempat.

“Pada intinya ini adalah gerakan untuk semua orang yang ada di Malang, bagi saya apapun yang terjadi mengenai konflik kemungkinan besar kontrol sosial tidak berjalan baik,” kata Danang, Minggu (27/9.

Terjalinnya keakraban dari pola komunikasi itu, menurut dia akan lebih menggugah partisipasi seluruh masyarakat setempat untuk menjaga kondusivitas, dari mulai lingkungan tempat tinggal masing-masing sampai skala kota dari aktivitas menyalahi nilai dan norma berlaku yang berpotensi memicu konflik.

Dengan terjaganya kondusivitas di seluruh wilayah, maka akan berdampak positif pada berbagai sisi kehidupan di Kota Malang.

Terlebih, kata dia, Polresta Malang Kota hanya menjadi bagian kecil dari kontrol sosial, sehingga butuh peran dan keterlibatan dari banyak pihak, seperti kampus, sekolah, tokoh agama, hingga pemerintah kota dalam memastikan terjaminnya keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Kota Malang ini kan juga menjadi daerah wisata, kemudian pendidikan sehingga itu semua bisa berjalan dengan baik,” ujar dia.

Temu Budaya Malang Hebak merupakan agenda hasil inisiasi Polresta Malang Kota dalam rangka menjaga dan melestarikan nilai budaya lokal yang telah menjadi identitas wilayah Malang, khususnya Kota Malang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *