TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali mengular panjang hingga belasan kilometer pada Senin (28/9/2026).

Kemacetan terjadi di dua sisi pintu masuk Pelabuhan Ketapang, baik dari arah utara maupun selatan. Berdasarkan pantauan Senin pagi, antrean dari sisi utara menjadi yang terparah dengan ekor kemacetan mencapai sekitar 9 hingga 17 kilometer.

Kondisi tersebut telah terjadi sejak demo sopir truk pada Sabtu (26/9/2026) siang dan semakin parah pada Senin. Situasi ini kembali menyoroti persoalan kapasitas pelayanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi, Nurjatim, mengingatkan perlunya penambahan dermaga untuk mengurai kemacetan yang menurutnya telah menjadi persoalan laten tersebut.

“Ketersediaan kapal yang banyak namun belum diimbangi dengan kecukupan dan kemampuan dermaga. Ini yang perlu dibenahi untuk memperlancar pelayanan penyeberangan Ketapang – Gilimanuk,” kata dia.

Nurjatim menjelaskan, dari total 58 kapal yang tersedia, hanya 28 kapal yang dapat dioperasikan dengan dukungan tujuh pasang dermaga.

Dalam pola pelayanan tersebut, setiap dermaga mendukung pengoperasian empat kapal. Keterbatasan fasilitas sandar membuat seluruh armada yang tersedia tidak dapat dimanfaatkan secara bersamaan.

“Ironis sekali, dalam kondisi macet sampai 9–17 kilometer, tetapi kapal-kapalnya tidak bisa beroperasi karena tidak tersedia dermaga yang cukup,” kata dia.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *