jatimnow.com – Sektor informal di Surabaya kini menjadi sasaran utama perluasan perlindungan jaminan sosial. BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda mengambil langkah agresif dengan mengoptimalkan peran Agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) di level akar rumput.

Langkah strategis ini diperkuat lewat sinergi bersama Pemerintah Kota Surabaya dalam Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan tujuh kecamatan pairing di wilayah Surabaya, Kamis (24/9/2026). Fokus utamanya menyasar kelompok pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja mandiri yang memiliki risiko kerja tinggi namun kerap luput dari proteksi.

Asisten III Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro hadir langsung mendampingi langkah ekspansif ini. Kehadiran birokrasi daerah menjadi kunci agar edukasi serta pendaftaran peserta di tingkat kelurahan dan kecamatan berjalan masif.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda Teldi Rusnal menegaskan, keberadaan Agen Perisai merupakan jembatan paling efektif untuk menyentuh karakteristik pekerja informal yang terfragmentasi.

“Perisai punya peran vital menyasar kelompok yang belum tersentuh. Lewat kolaborasi erat dengan perangkat kecamatan dan kelurahan, kami mendorong lahirnya agen yang lebih aktif dan produktif,” ujar Teldi,

Menurutnya, kepastian perlindungan hanya bisa tercapai jika akses informasi dan pendaftaran berada dekat dengan ruang aktivitas warga.

Bukti konkret manfaat jaminan sosial juga diserahkan di sela agenda tersebut. Ahli waris dari Lik Utammimatul Mustainah, seorang guru yang berpulang, menerima santunan Jaminan Kematian (JKM) bernilai Rp42 juta.

Pada momen yang sama, ahli waris almarhum Achmad Sonhaji, seorang pedagang, mendapatkan hak manfaat JKM serta akumulasi Jaminan Hari Tua (JHT) senilai total Rp10,02 juta.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *