
jatimnow.com – Dominasi pandangan antroposentris yang kerap menempatkan kepentingan manusia di atas kelestarian alam terus mendapat tantangan dari generasi muda. Lewat ajang Meru Betiri Service Camp (MBSC) XVII, puluhan pemuda dari berbagai daerah digembleng untuk memperkuat gerakan ekosentris demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan nasional.
Pelatihan kader konservasi alam tingkat pemula ini berlangsung selama lima hari, 23–27 September 2026, di Camping Ground Sukamade, kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).
Agenda tahunan berskala nasional tersebut diselenggarakan oleh Balai Besar TNMB Kementerian Kehutanan yang berkolaborasi dengan Wadah Informasi Pecinta Alam Se-eks Karesidenan Besuki (WIPAB).
Ketua Panitia MBSC XVII, Waldi Gustiar, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah pembentukan kader yang memiliki kepedulian nyata terhadap lingkungan.
“Kami dari WIPAB mendukung penuh operasional pelaksanaan di lapangan agar proses transfer ilmu berjalan maksimal,” ujar anggota Swapenka FIB Universitas Jember tersebut.
Selama kegiatan, para peserta tidak hanya menerima teori di dalam kelas, tetapi juga langsung beraktivitas di dalam belantara Meru Betiri.
Materi yang diberikan terbilang komprehensif, mencakup analisis vegetasi, hitung karbon, pengamatan burung, observasi karnivor besar, pembuatan plaster cast, hingga analisis kualitas air.
Selain keanekaragaman hayati, peserta dibekali ilmu jurnalistik lingkungan serta teknik advokasi masyarakat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber