
jatimnow.com – Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Ponorogo mengukuhkan empat guru besar. Pengukuhan berlangsung dalam Rapat Terbuka Senat UNIDA Gontor di Aula kampus, Minggu (27/9/2026).
Empat profesor baru tersebut berasal dari bidang keilmuan yang berbeda. Mereka adalah Prof. Dr. Drs. H. Sujiat Zubiadi, M.Ag. di bidang Ulumul Quran, Prof. Dr. Drs. H. Nur Hadi Ikhsan, MIRKH di bidang Tasawuf, Prof. Dr. H. Syamsuddin Arif, B.Sc., MA di bidang Filsafat Islam Abad Pertengahan dan Prof. Dr. H. Akhmad Affandi Mahfudz, BEc., MEc di bidang Ekonomi dan Keuangan Islam. Menariknya, keempat guru besar tersebut sama-sama merupakan alumni Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor.
Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Ponorogo, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan bertambahnya empat profesor sekaligus menjadi bagian dari upaya UNIDA Gontor memperkuat kualitas akademik kampus. Namun, targetnya tidak berhenti pada enam guru besar yang kini dimiliki UNIDA Gontor.
Menurutnya, UNIDA Gontor masih membutuhkan banyak guru besar untuk mendukung pengembangan program studi dan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hamid menargetkan setiap program studi nantinya memiliki guru besar. Ia juga menyebut adanya rencana agar proporsi mahasiswa jenjang magister semakin besar.
“Saya berharap ke depan semua prodi mempunyai guru besar. Bahkan ke depan 30 persen mahasiswa adalah mahasiswa S2,” katanya.
Kebutuhan profesor akan semakin besar apabila UNIDA Gontor mengembangkan program studi jenjang doktoral. Hamid menjelaskan, satu program studi S3 membutuhkan sedikitnya tiga guru besar. Sementara itu, kampus tidak lagi bisa mengandalkan profesor dari perguruan tinggi lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Kalau seandainya mahasiswanya harus S2 dan S3, maka di situ diperlukan puluhan guru besar,” ujarnya.
“Setiap prodi S3 perlu tiga guru besar dan sekarang tidak diperbolehkan untuk meminjam ke universitas yang lain. Harus kita ciptakan sendiri,” jelasnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber