Kota Malang, blok-a.com – Diskusi antara sopir angkutan kota (angkot), Pemkot Malang, DPRD Kota Malang dan Pemprov Jawa Timur belum menemui titik terang. Sopir angkot meminta operasional Bus Trans Jatim Koridor II ditunda sampai persoalan dampak Koridor I diselesaikan.

Salah satu perwakilan sopir angkot meminta pemerintah menyelesaikan persoalan yang muncul akibat Koridor I sebelum membuka layanan Koridor II.

“Jangan harap bus Trans Jatim koridor II bisa berjalan kalau masalah koridor I saja belum selesai,” tegasnya.

Para sopir juga mempertanyakan langkah pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi yang mereka rasakan sejak Trans Jatim Koridor I beroperasi.

Menurut mereka, ada 494 pengemudi angkot yang mengalami penurunan pendapatan akibat keberadaan layanan tersebut.

“Ada 494 pengemudi yang pendapatannya merosot setelah bus Trans Jatim I berjalan. Kami berharap pemerintah memberikan solusi,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan pemerintah tetap berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik bagi masyarakat.

Namun, dampak operasional Trans Jatim terhadap angkutan kota juga perlu diperhatikan. Pemerintah, kata Widjaja, perlu menyiapkan program yang dapat menjadi solusi bagi pengemudi yang terdampak.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *