SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG – Masyarakat Jawa Timur khususnya Kabupaten Tulungagung diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi menyusul mundurnya prediksi awal musim hujan pada tahun 2026 ini.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Jawa Timur diperkirakan baru akan dimulai pada Desember 2026 mendatang.

Menghadapi masa pancaroba yang rawan memicu banjir, tanah longsor, hingga angin kencang tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung menggencarkan langkah-langkah mitigasi.

“Informasi dari BMKG, musim hujan 2026/2026 di Jawa Timur mengalami perubahan. Hujan diperkirakan terjadi pada Desember 2026,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, Rabu (30/9/2026).

Meski musim hujan mengalami kemunduran, Sudarmaji menegaskan masyarakat tetap harus siaga.

Peralihan musim atau pancaroba sering kali menimbulkan bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

BPBD juga melakukan mitigasi daerah-daerah yang rawan bencana sesuai kejadian yang selalu terulang dari tahun ke tahun.

“Kami juga berkoordinasi dengan OPD lain, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, juga semua potensi kebencanaan di masyarakat. Semua disiapkan untuk menghadapi semua potensi bencana,” tambahnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *