
Kabupaten Malang, blok-a.com – Peluncuran Trans Jatim Koridor 2 rute Malang-Kepanjen semakin dekat. Selain menyiapkan armada dan skema keterlibatan tenaga lokal, titik pemberhentian bus di wilayah Kabupaten Malang juga telah dipetakan.
Dalam dokumen rencana titik shelter dan rambu, terdapat 56 titik henti yang disiapkan di sepanjang rute Terminal Arjosari – Terminal Hamid Rusdi – Terminal Talangagung.
Layanan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 29 Oktober 2026. Rute sepanjang sekitar 49 kilometer itu memiliki estimasi waktu tempuh 1 jam 45 menit untuk sekali perjalanan.
Puluhan titik henti tersebut tersebar dari kawasan Tangkilsari, Bululawang, Krebet, Gondanglegi hingga Kepanjen. Di antaranya terdapat titik di sekitar PG Krebet, SMPN 2 Bululawang, Bulupayung, MAN 1 Malang di Putat Lor, Gondanglegi Kulon, Penjalinan, Karangsuko, Sukosari, Sumber Maron, Desa Sukorejo hingga Kedungpendaringan.
Memasuki kawasan Kepanjen, titik pemberhentian juga direncanakan berada di Stadion Kanjuruhan, RSUD Kanjuruhan, Pendopo Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang, Penarukan hingga Terminal Talangagung.
Sebagian titik menggunakan shelter, sedangkan lokasi lainnya menggunakan rambu sebagai penanda pemberhentian.
Rencana tersebut dibagi menjadi dua arah perjalanan. Dari Terminal Arjosari menuju Terminal Talangagung, bus akan melayani titik-titik pemberhentian yang berada di sisi jalur menuju Kepanjen. Sebaliknya, perjalanan dari Terminal Talangagung menuju Terminal Arjosari juga memiliki titik henti tersendiri. Sejumlah lokasi menggunakan shelter eksisting, sementara beberapa titik lainnya menggunakan rambu.
Rute balik tersebut melewati kawasan Penarukan, Pendopo, RSUD Kanjuruhan, Kedungpendaringan, Sumber Maron, Sukosari, Karangsuko, Penjalinan, Gondanglegi Kulon hingga Bululawang dan Tangkilsari sebelum kembali menuju Terminal Arjosari.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber